Sejarah Klenteng Hok Tek Bio Bogor

83

wisatabogor.id – Umumnya kelenteng di Indonesia selalu berdekatan dengan kawasan pasar tradisional begitupun dengan Kelenteng Hok Tek Bio atau Cetiya Karuna Bodhi yang lokasinya berdekatan dengan pasar tradisional Ciampea. Lokasi kelenteng yang berdekatan dengan pasar, bagi sebagian warga Tionghoa percaya bahwa dengan adanya kelenteng di didekat pasar akan membuat kemakmuran dan kebaikan bagi para warga setempat yang kesehariannya mencari rezeki dengan berdagang dan bertani.

Dewa tuan rumah kelenteng Hok Tek Bio adalah Kongcho Hok Tek Tjeng Sien atau dewa bumi. Kelenteng Hok Tek Bio memang tidak terlalu besar dan megah seperti kelenteng yang ada di kawasan bogor pada umumnya namun kelenteng Hok Tek Bio ini merupakan yang tertua di kawasan Ciampea. Lokasinya terletak Jl. Pasar Ciampea, Desa Benteng , Kec. Ciampea, Kab Bogor, Jawa Barat.

Bangunan Kelenteng Hok Tek Bio Ciampea berada di bagian tengah, sedangkan di sebelah kiri adalah gedung Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MAKIN). Bagian altar utama berada di depan pintu masuk. Klenteng Hok Tek Bio Ciampea ini, yang artinya adalah rumah ibadah yang memberi rejeki dan kebajikan, memiliki tiga altar sembahyang.

Sejarah Klenteng Hok Tek Bio Bogor, kelenteng ini ada tiga altar yang menjadi persembahan bagi umat yang datang untuk sembahyang ke kelenteng ini. Pertama altar dewa Hok Tek Tjen Sien yang dipercayai oleh umat jika melakukan sembahyang kepada dewa Hok Tek Tjen Sien akan memberikan berbagai kemakmuran dan melindungi para umat dari kesuakran.

BACA JUGA:  Makam Raden Saleh di Bogor

Altar yang kedua adalah altar bagi umat budha yang terdapat patung budha dan dewi kwan Im atau Kwan She Im Phosat. Dan altar yang ketiga terdapat altar persembahan kepada Eyang Raden Suryakencana yang berada di bagian belakang Klenteng Hok Tek Bio Ciampea. Eyang Raden Suryakancana adalah karuhun orang Sunda yang diyakini masyarakat Sunda bersemayam di Gunung Gede. Adanya altar sembahyang untuk Eyang Raden Suryakancana di Klenteng Hok Tek Bio Ciampea menunjukkan bahwa etnis Cina di jaman dulu sangat menghormati kepercayaan penduduk setempat.

Sejarah Klenteng Hok Tek Bio Bogor dibangun pada abad ke-19 oleh leluhur marga Thung, yaitu Thung Tiang Mie (1793 – 1856) atau Tubagus Abdullah bin Moestopa itu bisa terlihat dari fotonya yang masih dipajang di dinding kelenteng ini. Dan dibagian depan tercatat bahwa bangunan Kelenteng Hok Tek Bio Ciampea ini telah direnovasi pada 11 Juni 2005 atau pada tahun Imlek bulan Go Gwee Cee Go 2556.

Anda mungkin juga berminat