Setiap karya hebat memerlukan persiapan yang matang. Betul? Suatu hari, seorang klien menghubungi Anda via e-mail. Isinya berupa tawaran pekerjaan untuk membuatkan desain brosur seputar wisata. Klien tersebut berprofesi sebagai agen perjalanan yang hendak menjual paket wisata. Apa saja persiapan sebelum membuat desain untuk kebutuhan klien tersebut?

  1. Kumpulkan Informasi yang Dibutuhkan

Aktivitas ini tidak pernah terpisahkan ketika ingin membuat brosur berkualitas. Jadi, hasil brosur yang Anda buat bukan berdasar perkiraan atau dugaan. Data-data yang Anda terima kemudian dikelola dan diterjemahkan ke dalam bentuk desain visual. Semacam ada misi tertentu di balik barisan kalimat dan gambar yang ditampilkan.

Data yang diperlukan seputar target pembeli paket wisata, berapa usianya, tempat wisata potensial sebagai lead magnet, promosi, event yang akan digelar, dan sebagainya. Pastikan data-data tersebut mendapat persetujuan dari klien. Biar kemungkinan untuk merevisi pekerjaan Anda jadi berkurang. Lalu susun dan petakan sesuai rancangan desain Anda.

  1. Eksplorasi Tempat Wisata yang Ingin Dipromosikan

Pihak agen perjalanan biasanya hanya menarget suatu daerah. Sebab dalam penawarannya berisi agenda perjalanan, fasilitas, kenyamanan untuk klien, dan sebagainya. Maka dari itu, fokus untuk mengeksplorasi suatu tempat wisata yang Anda jadikan sebagai lead magnet. Termasuk restoran, bioskop, dan pusat perbelanjaan apa yang ada di sana.

Saat ini sudah ada Google Maps yang bisa Anda manfaatkan biarpun tidak terjun ke lokasi. Sediakan kuota internet yang cukup karena proses penelusuran bisa menggerus sebagian besar data internet Anda. Bintangi atau catat titik-titik penting dalam Google Maps untuk diinformasikan ke calon klien.

  1. Selidiki Apa yang Biasa Calon Pengunjung Katakan

Desain brosur itu biarpun hanya satu atau beberapa halaman, wajib memuat informasi lengkap dan menarik. Untuk menciptakan daya tarik tersebut, selidiki apa yang dikatakan calon pengunjung. Di internet, percakapan dan pembahasan tentang suatu wisata bisa dengan mudah ditemukan. Baik via blog, media sosial, ataupun komentar publik figur via situs berita.

Kalau mencari tahu di luar internet bagaimana? Bisa juga. Caranya dengan berkunjung ke rumah orang yang pernah berkunjung ke tempat wisata target promosi Anda. Minta pendapat mereka secara langsung. Pengalaman mereka sangat berharga untuk membuat hasil desain Anda semakin kaya akan informasi.

  1. Seleksi Target Audien Anda

Sebetulnya persiapan ini tidak perlu dilakukan ketika klien sudah memberitahukan lebih dahulu. Tapi, khusus untuk klien yang baru memulai debut di bidang travel agent, kasih tahu tentang target audien mereka. Mengapa harus selektif? Sebab bisa berpengaruh terhadap kegiatan marketing selanjutnya plus bisa menjadi peta bisnis yang potensial.

Persiapan keempat ini bisa dilewati dengan mudah ketika sudah menerapkan ketiga persiapan sebelumnya. Akan lebih akurat lagi jika klien punya website dan pengunjung tetap. Nanti tinggal minta data pengunjung berdasarkan apa yang ada di dasbor analytic. Baik via Google Analytics atau tools lainnya.

  1. Ketentuan Harga Paket Wisata

Setelah target audien sudah disimpulkan, seharusnya sudah tahu kisaran harga paket wisata yang hendak ditawarkan. Bukankah begitu? Tapi, berhubung Anda berperan sebagai penyedia jasa desain, maka keputusan akan tarif paket wisata serahkan saja ke pihak klien. Biar tidak ada yang salah-paham begitu desain sudah berhasil dibuat.

Saat ini, dibandingkan desain brosur versi cetak, masih lebih banyak yang diperhatikan via daring. Soalnya perilaku para pengunjung suatu tempat wisata sudah berubah. Mereka biasa asyik bercengkerama di media sosial. Dalam kegiatan marketing, “perhatian target audien” adalah aset utama. Untungnya, sekarang internet memiliki aset tersebut sepenuhnya.