Kebutuhan pangan dianggap menjadi salah satu hal yang paling krusial di masa depan seiring dengan semakin berkurangnya lahan. Tak heran jika kini banyak yang mulai berkebun di halaman sendiri meskipun harus mengajukan pinjaman uang online untuk memenuhi perlengkapan yang dibutuhkan.

Sumber makanan dari kebun sendiri dianggap lebih murah dan juga sehat karena dilakukan sendiri sehingga bisa mengetahui kualitas bahan-bahan yang digunakan termasuk menghindari penggunaan bahan-bahan kimia yang merugikan.

Bagi yang baru memulai berkebun di halaman rumah sendiri, inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan penghasilan dari kebun sendiri.

  1. Gunakan pupuk organik atau pupuk kandang

Keberadaan pupuk kandang dibutuhkan untuk menghindari pupuk yang bersifat kimiawi karena dikhawatirkan membahayakan bagi kesehatan. Selain pupuk kandang, kita juga bisa memanfaatkan pupuk organik dari sampah bekas sisa-sisa makanan yang difermentasikan menjadi kompos. Dengan begitu, tujuan zero waste pun jadi lebih mudah karena pupuk organik yang dihasilkan pun dapat digunakan untuk berkebun.

  1. Sesuaikan jenis tanaman dengan musimnya

Sesuaikan jenis sayuran yang sesuai dengan masa tanam atau musimnya. Misalnya sayuran seperti kangkung, sawi, selada dan daun bawang yang cocok untuk memasuki masa penghujan. Sementara itu ada juga beberapa sayuran yang bisa bertahan meski memasuki masa kemarau seperti tomat, terong, labu siam, dan mentimun.

  1. Pastikan mendapatkan pasokan air yang cukup

Air sangat dibutuhkan oleh tanaman jenis apapun juga. Oleh karena itu, pastikan tanaman benar-benar mendapatkan pasokan air yang cukup, tidak berlebihan dan juga tidak kekurangan. Cara lain yang bisa digunakan agar tanaman tidak kekurangan air adalah metode tanam seperti menggunakan sistem hidroponik.

Pengembangan budidaya menanam dengan menggunakan sistem hidroponik lebih efisien dan lebih maksimal karena tidak terlalu banyak memanfaatkan air tanah sehingga cocok untuk digunakan pada saat memasuki musim panas atau kemarau sekalipun.

  1. Mulai dari tanaman yang mudah perawatannya

Mulailah dengan jenis tanaman atau sayuran yang mudah perawatannya dan bisa dipanen dalam waktu 30 hari saja. Contoh tanaman tersebut seperti lobak, bayam, mentimun, selada, hingga wortel bayi yang harga pasarannya cukup tinggi apalagi jika bisa dikemas dengan baik dan memasuki pasar minimarket atau supermarket.

  1. Manfaatkan media sosial untuk pemasaran

Soal pemasaran mulai lah dari tetangga sendiri. Apalagi bisa menjadikan tetangga berkolaborasi dalam mengembangkan budidaya tanaman dari pekarangan rumah sendiri. Selanjutkan jika produksi sudah meningkat manfaatkan sosial media untuk merekam segala aktivitas yang dilakukan sehingga masyarakat pun bisa mengetahui kualitas dan cara perawatan dan budidaya tanaman yang dikembangkan, sehingga secara tidak langsung akan menarik minat orang lain untuk membeli dan ikut mengembangkannya.

Berkebun di pekarangan rumah sendiri tak butuh dana yang cukup mahal. Tetapi, jika sudah punya rencana untuk dikembangkan sebagai bisnis kecil skala rumah tangga, soal modal usaha kini bisa didapatkan lewat fintech seperti Kredivo yang memberikan kredit limit hingga Rp30 juta.

Pinjaman uang online tak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan konsumtif tetapi juga kebutuhan produktif seperti mulai membudidayakan tanaman. Kredivo menawarkan bunga pinjaman hanya 2,95% saja per bulan dengan pilihan tenor fleksibel mulai dari 30 hari, 3 bulan dan 6 bulan saja.

Setiap pinjaman akan dikenai biaya admin sebesar 6% dari jumlah total pinjaman. Pengguna akun premium dapat mengajukan pinjaman mini maupun pinjaman jumbo lewat aplikasi Kredivo mulai dari Rp500 ribu hingga batas kredit limit yang dimiliki.

Tidak perlu ragu manfaatkan pinjaman uang online untuk modal usaha lewat Kredivo karena Kredivo salah satu fintech yang sudah terdaftar di OJK. Yuk, download aja sekarang aplikasinya lewat Google Play Store atau App Store dengan mudah.