Barangkali Anda sudah terlalu sering mendengar kata aerodinamis pada deretan mobil sport atau mobil balap. Sebetulnya, aerodinamis itu apa sih? Secara umum, sifat aerodinamis itu lebih merujuk pada bagian body mobil. Jadi, bukan fokus pada mesin ataupun fitur-fitur pendukung. Untuk mengenal lebih jauh seperti apa mobil yang aerodinamis itu, simak uraian berikut.

Pemahaman mengenai Sifat Aerodinamis pada Mobil

Menurut asal bahasanya, aero bermakna sebagai udara. Sedangkan dinamis atau dinamika adalah kekuatan atau bisa juga diartikan sebagai tenaga. Jadi, mobil yang aerodinamis memiliki ciri khas bisa melaju dengan kencang. Tak hanya mobil, sifat aerodinamis ini juga ada pada bus, motor, serta truk. Namun pengembangannya lebih fokus pada area mobil.

Mengapa Aerodinamis Itu Penting?

Sebagian orang berpendapat, bahwa mobil berkecepatan tinggi itu rata-rata boros BBM. Soalnya untuk menjaga daya lesat tetap tinggi, butuh suplai khusus dari banyak bahan bakar. Pendapat itu bisa benar, bisa juga keliru. Soalnya irit atau borosnya BBM tergantung desain serta kemampuan mobil itu sendiri. Keseimbangan adalah kunci.

Biasanya, aerodinamis itu hanya ada pada mobil yang bisa mencapai kecepatan hingga 80 kilometer per jam. Untuk mobil yang berkecepatan di bawah itu, sama sekali tidak ada yang aerodinamis. Katakanlah seperti mobil kelas MPV atau mobil keluarga. Sebab, mobil jenis tersebut memang diperuntukkan bagi pengendara biasa dengan kecepatan normal-rendah.

Komponen Apa Saja yang Mendukung Aerodinamis Suatu Mobil?

Fungsi utama dari komponen aerodinamika sendiri untuk membuat aliran udara yang masuk bisa diminimalisir. Udara yang terlalu banyak masuk akan membebani mobil ketika dilajukan dalam kecepatan tinggi. Alih-alih bisa melesat, justru malah terbang dan mengalami kecelakaan. Para desainer otomotif memahami betapa pentingnya komponen-komponen ini.

  • Bemper Depan

Komponen ini memiliki fungsi utama untuk menahan angin dan bisa membuat ban jadi melekat dengan tanah. Pemasangan komponen ini juga perlu diperhatikan ketika Anda ingin mengganti atau memasangnya sendiri. Pastikan posisinya berada di bagian depan agak ke bawah. Biar saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi tidak melayang.

  • Deflector

Fungsi utama komponen ini untuk menyalurkan udara yang bersinggungan langsung dengan mobil. Selain itu, deflector juga bisa berfungsi untuk mengenyahkan kotoran dan debu yang kebetulan masuk saat mobil berakselerasi. Dengan adanya deflector, tampilan mobil sport Anda jadi kelihatan keren dibandingkan kelas mobil lain.

  • Side Skirt

Peran side skirt sebagai pendukung komponen utama dari mobil yang aerodinamis. Dengan adanya side skirt, mobil yang melaju kencang bisa tetap seimbang dan tidak terhuyung-huyung. Sama seperti komponen lain, bahwa adanya side skirt juga bisa membuat tampilan mobil jadi lebih menarik.

  • Sayap

Bukan hanya burung yang punya sayap, tapi mobil juga punya. Pemasangan sayap atau wing ini berada di bagian buritan. Penggunaan sayap ini lebih dikhususkan lagi pada saat Anda hendak berkendara di arena balap. Baik saat melaju kencang di arena lurus maupun tikungan, mobil tetap dalam keadaan stabil dan tidak melayang.

  • Bemper Belakang

Kunci dari pemasangan komponen ini harus diimbangi dengan memasang bemper depan. Keduanya tidak boleh terpasang secara terpisah. Pemasangan bemper belakang terlihat menyatu dengan body mobil. Alhasil, saat mobil melaju ataupun dipajang, tampak sangat sporty dibandingkan dengan mobil kelas MPV.

Berkat komponen aerodinamika itulah yang menyebabkan tampilan mobil sport selalu gagah dan tampak muda. Tak heran jika sebagian besar peminatnya berasal dari kalangan anak-anak muda. Ada yang ragu untuk membeli mobil sporty karena beranggapan mahal. Padahal ada yang di bawah harga 1 miliar Rupiah. Salah satunya mobil Toyota 86 dengan harga 700-an juta Rupiah.